Bolehkah Aspirin Dikonsumsi Saat Hamil?



Ketika Anda sakit kepala atau mual, menggunakan obat nyeri adalah cara paling sederhana yang semua orang pikirkan. Aspirin adalah salah satu obat penghilang rasa sakit umum. Namun, untuk mengonsumsi aspirin selama kehamilan, Anda perlu mempertimbangkan dengan hati-hati.

Dokter Anda mungkin meresepkan aspirin untuk Anda dalam situasi tertentu tetapi Anda tetap harus sadar akan risiko penggunaan obat selama kehamilan.

Apa itu aspirin?
Aspirin, juga dikenal sebagai asam asetilsalisilat (ASA), adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Aspirin memiliki efek antipiretik dan analgesik, mulai dari nyeri ringan hingga sedang seperti mialgia, sakit gigi, pilek dan sakit kepala.

Bolehkah saya meminum aspirin selama kehamilan?
Wanita hamil tidak boleh mengonsumsi aspirin kecuali diresepkan oleh dokter. Meskipun saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa aspirin dosis rendah (75 - 300 mg) dapat menimbulkan masalah bagi ibu dan bayi tapi lebih baik Anda tetap harus digunakan jika disetujui oleh dokter Anda.
Aspirin tidak aman pada trimester ketiga. Mengambil aspirin setelah 30 minggu kehamilan dapat menyebabkan penutupan duktus dini (pembuluh darah penting pada janin), yang memperlambat persalinan dan melahirkan.

Mengapa tidak aman mengonsumsi aspirin?
Berikut adalah beberapa efek samping ketika mengonsumsi aspirin selama kehamilan:

  • Pada tahap awal kehamilan

Jika digunakan sebelum kehamilan, aspirin dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan sementara aspirin dosis rendah tidak akan menyebabkan risiko keguguran, tetapi pada dosis tinggi, obat dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada janin.

  • Di akhir kehamilan

Mengambil aspirin dalam tiga bulan terakhir dapat menyebabkan penutupan arteri janin prematur, memperlambat persalinan. Ini dapat menyebabkan jantung dan paru-paru yang tidak normal. Selain itu, dapat menyebabkan pendarahan yang berkepanjangan pada ibu dan bayi. Anda tidak perlu khawatir jika Anda hanya menggunakannya sesekali karena tidak merugikan Anda atau bayi Anda.

Kapan dokter Anda akan meresepkan aspirin?
Meskipun mengonsumsi aspirin selama kehamilan bisa berisiko, dokter Anda mungkin akan meresepkan aspirin dosis rendah jika Anda:
  • Hipertensi selama kehamilan (PIH) untuk menghindari komplikasi saat persalinan.
  • Sindrom Hughes, juga dikenal sebagai antiphospholipid syndrome (APLS), gangguan sistem kekebalan yang menghasilkan pembekuan darah.
  • Preeklamsia, biasanya berkembang selama trimester ketiga.
  • Diabetes atau gangguan ginjal.

Apa yang harus saya lakukan jika saya mengkonsumsi aspirin selama kehamilan?
Jika Anda telah mengonsumsi aspirin dalam waktu lama atau mengonsumsi aspirin dosis tinggi, beri tahu dokter Anda. Dokter Anda akan memberitahu Anda untuk terus menggunakan atau menggunakan alternatif lain. Selain itu, dokter juga akan mengevaluasi kesehatan dan perkembangan janin.

Obat apa yang harus saya ambil untuk mengganti aspirin?
Acetaminophen (Tylenol atau Paracetamol) adalah pilihan yang lebih aman jika Anda mengalami demam dan nyeri selama kehamilan. Namun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Beberapa Pertanyaan Yang Sering Diajukan
1. Apakah aspirin dapat menjadi kontrasepsi?
Aspirin tidak bisa mencegah kehamilan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa aspirin meningkatkan kemungkinan konsepsi untuk keguguran baru.
2. Bisakah Aspirin Membantu Anda Hamil?
Aspirin dapat membantu Anda hamil. Meminum aspirin sebelum konsepsi dan selama kehamilan dapat membantu jika Anda mengalami peradangan ringan atau memiliki sindrom antiphospholipid.
Nyeri adalah gejala yang sangat umum dalam kehamilan tetapi tidak begitu sering dengan aspirin. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum minum aspirin atau obat lain saat hamil.

Comments